Pencegahan Penyakit Parkinson
Bagaimana mencegah penyakit Parkinson? Berikut ini beberapa caranya, yaitu:
- Menghindari trauma otak dengan menghindari benturan yang keras karena pada dasarnya penyakit Parkinson disebabkan karena rusaknya neuron, unit terkecil otak manusia yang berfungsi menyampaikan pesan dari otak ke syaraf yang kemudian akan diteruskan ke anggota tubuh lain dan sebaliknya.
- Meningkatkan latihan fisik dan aktivitas mental
Latihan fisik dan aktivitas mental adalah metode yang efektif dalam pencegahan dan pengobatan Parkinson dan juga dapat menunda penuaan jaringan otak. Dalam kehidupan sehari-hari beberapa latihan fisik dapat membantu menjaga kesehatan serta latihan membantu untuk mencegah penyakit. Perlu diketahui bahwa berolahraga, harus memilih bervariasi, misalnya: berjalan di atas jalan berkerikil sambil membungkuk untuk menunda hypokinesia.
- Menjauh dari zat beracun
Hindari bahan kimia yang beracun, seperti insektisida, herbisida, pestisida, dan sebagainya. Menghindari atau mengurangi zat beracun terhadap sistem saraf manusia, zat beracun seperti karbon monoksida, karbon dioksida, mangan, merkuri, dll. Knalpot mobil mengandung banyak karbon monoksida, karbon disulfida, gas beracun sianida, dan gas beracun lainnya, gas-gas ini dapat menyebabkan kematian sel.
- Menghindari kelelahan mental.
- Membatasi asupan vitamin B6
Karena vitamin B6 meninggalkan efek Shidopa, oleh karena itu setiap hari selama melakukan pengobatan harus membatasi asupan vitamin B6.
- Menghindari melakukan kegiatan di luar ruangan jika cuaca panas. Pada hari-hari yang panas penderita Parkinson sangatlah sensitif, sehingga selama hari-hari panas pasien sebaiknya tinggal di dalam rumah, cobalah untuk melakukan kegiatan di luar ruangan pada pagi atau sore hari.
- Mengenakan sesuatu yang sederhana
Dalam berpakaian agar dapat memudahkan dalam memilih pakaian dianjurkan memilih ritsleting yang berada di depan dan tidak perlu yang tertutup. Cobalah untuk memakai sepatu dengan tidak mengikat tali sepatu, jangan memakai sepatu karet karena grip sepatu yang terlalu kuat.
- Memiliki cara makan yang benar
Karena penderita penyakit Parkinson mengalami kekakuan otot, maka anggota keluarga pasien jangan memaksa pasien untuk makan dan minum dengan cepat. Minum minuman dingin dapat memilih dengan menggunakan sedotan plastik yang fleksibel, minum minuman panas dengan pegangan lebar, dan gelas yang ringan.
- Pencegahan infeksi
Penderita penyakit Parkinson mudah terkena penyakit bronkitis atau pneumonia, oleh karena itu, batuk atau demam harus ditangani dengan secepatnya, agar infeksi serius terjadi kemudian.
- Mengkonsumsi teh hijau
Kandungan plifenol yang ada didalam teh hijau menunjukkan bukti bisa membantu untuk mengurangi senyawa yang mengandung racun dan membuat fungsi sel-sel saraf didalam otak mengalami gangguan. - Menerapkan pola hidup yang sehat dan mengkonsumsi makanan bernutrisi
- Melakukan olahraga dengan teratur.
Pola Makan Pencegahan Parkinson
- Menghindari lemak hewani
Beberapa penelitian telah menunjukkan
bahwa penyakit parkinson lebih umum terjadi pada orang yang makan lemak
hewani dan lemak jenuh dalam tingkat tinggi.
- Menghindari Produk Susu
Sebuah studi besar menemukan risiko
lebih tinggi untuk penyakit parkinson pada pria yang mengasup susu dalam
jumlah yang tinggi. Para peneliti berfikir ini mungkin disebabkan bahan
kimia yang ditemukan dalam produk susu yang disebut
tetrahydroisoquinilines. Selain itu, neuron dopamin dapat rusak oleh
bahan kimia lain dalam produk susu, termasuk beta-carbolines, pestisida
dan polychlorinated biphenyls.
- Minum minumam berkafein :
Pola makan untuk pengobatan yang lebih efektif :
- Diet rendah protein pada siang hari dapat membantu karena protein dapat menurunkan ketersediaan levodopa ke otak
- Selain itu, suplemen vitmain dan makanan tinggi vitamin B6 juga dapat mengurangi ketersediaan levodpoa ke otak. Oleh karena itu, membatasi makanan dan suplemen ini dapat berguna.
- Penyakit parkinson sering menyebabkan penurunan berat badan. Pasien harus mencoba menjaga berat badan yang sehat dengan makan makanan biasa dan makanan ringan diantara jam makan yang memiliki kalori yang cukup dari biji”an (gandum utuh 100persen, dedak gandum, bulgur, barley, beras merah) buah-buahan, jus buah 100 persen dan sayuran.
- Pasien dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk membantu dalam membuat pilihan makanan sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar